Perbedaan Bentuk pada Haiku Jepang Karya Basho dengan Haiku Inggris Karya Reichhold

oleh:

Auliya Millatina Fajwah

Haiku adalah puisi tradisional Jepang yang tidak berjudul, tidak berima,dan pendek karena adanya kire, yaitu pemenggalan kalimat yang seharusny alebih panjang, adakalanya ditunjukan dengan tanda baca untuk membandingkan dua pencitraan secara implisit. Haiku berbentuk sajak terikat yang terdiri dari 17 silaba yang terbagi kedalam tiga baris, dengan rincian 5, 7, dan 5 suku kata. Karena begitu singkat, haiku muncul dengan penggambaran yang kuat, menangkap momen tunggal dan menyajikannya dengan kata-kata yang sangat terbatas.

Istilah haiku pertama kali diperkenalkan oleh Masaoka Shinki pada tahun 1890. Meskipun demikian, sebenarnya haiku telah muncul sejak zaman Edo (1600-1868). Berbagai sajak telah tercipta sebagai karya dari maestro terkenal pada masanya, seperti Matsuo Basho, Yosa Buson, dan Kobayashi Issa.

枯れ枝に/ 烏のとまりけり/ 秋の暮

Kareedani/ karasu no tomarikeri/ aki no kure

On a withered branch,
A crow has stopped
Autumn’s eve

Haiku di atas merupakan sajak yang ditulis oleh Matsuo Basho yang kemudian diterjemahkan oleh Makoto Ueda ke dalam bahasa Inggris. Sebuah syair yang polos karena tidak menunjukan adanya suatu kepentingan atau pusat perhatian, sebuah interpretasi penyair terhadap warna kehidupan sehari-hari.

Dalam penulisannya, Basho mengikuti aturan mutlak Jepang mengenai kaidah penulisan, terdiri dari 17 silaba, yang terbagi kedalam tiga baris dengan urutan 5,7,5 suku kata. Menggambarkan sesuatu yang tidak terlalu rumit untuk dipahami oleh orang awam. Sebagai penyair haiku Jepang tradisional, Basho juga menaati kaidah kigo, yang merujuk pada referensi musim atau alam, sebagai penanda waktu, musim, atau suasana alam ketika puisi tersebut dibuat.

Kigopada karya Basho terletak pada baris terakhir, yaitu aki no kureyang berarti senja musim gugur. Hal ini menegaskan bahwa Basho ingin melukiskan gambaran mengenai keadaan musim gugur. Memberikan imaji visualisasi kedalam benak pembaca, salah satunya dengan citraan burung gagak yang hinggap pada batang yang layu, seperti digambarkan Basho pada baris pertama dan kedua.

A barking dog

Little bits of night

Breaking off

 

Sebuah sajak yang ditulis olehJ ane Reichhold, seorang penyair yang dua kali memenangkan penghargaan sastra Museum Haiku di Tokyo, dan tiga kali memenangkan Haiku Society of America Merit Book Award: Tigers In A Tea Cup, Silence, and A Dictionary of Haiku.

Penyair di luarJepang banyak menulis haiku dalam bahasa Inggris dengan suku kata dan jumlah baris yang fleksibel, mereka lebih memfokuskan pada bentuk yang singkat, dan hal ini juga cenderung dilakukan oleh Reichhold. Meskipun sajak yang ia tulis terdiri dari tiga baris, namun hanya terdiri dari sebelas silaba, dengan rincian 3, 5,3 suku kata, dalam hal ini karya Reichhold dapat digolongkan ke dalam bentuk The Jack Collomlune, yaitu puisi dengan bentuk 3/5/3 suku kata.Seperti yang dikutipdari Wikipedia, ensiklopediabebas, “English haiku do not adhere to the strict syllable count found in Japanese haiku, and the typical length of haiku appearing in the main English is 10–14 syllables.” (Haiku in English. http://en.wikipedia.org/wiki/Haiku_in_English. diaksesSenin, 09 April 2012, 22:22)

Dalam karyanya, Reichhold juga memberikan perspektif lain mengenai kigo, tidak seperti Basho yang melukiskan secara gamblang, Reichhold menggambarkannya secara eksplisit. Bukan gambaran mengenai musim, melainkan sebuah suasana di malam hari. Hal ini menegaska nbahwa, haiku di luar jepang telah berkembang dan melebar, tidak lagi hanya berkaitan dengan musim.

Haiku dalam bahasa Inggris merupakan pengembangan dari haiku Jepang. Perbedaan bentuk dan jenis pada haiku Jepang dan Inggris terletak pada konsentrasi kaidah penulisan yang meliputi jumlah baris dan jumlah suku kata, yang menimbulkan munculnya varian bentuk haiku, termasuk munculnya haiku yang berbentuk single line. Selain itu, tema yang diangkat juga tidak melulu terpatok pada kigomelainkan telah berkembang, seperti sifat pribadi manusia, hubungan sosial, maupun ungkapan perasaan.**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s